Bioteknologi Pengelolaan Limbah adalah penerapan prinsip-prinsip bioteknologi untuk mengelola dan mengolah limbah agar tidak mencemari lingkungan, bahkan bisa dimanfaatkan kembali. Ini sering digunakan dalam pengolahan limbah industri, pertanian, rumah tangga, dan lainnya. Bioteknologi pengelolaaan limbah menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, atau enzim untuk menguraikan zat-zat berbahaya dalam limbah menjadi senyawa yang aman atau bernilai guna.
Jenis Bioteknologi Pengelolaan Limbah
-
Bioteknologi Aerob
-
Proses memerlukan oksigen.
-
Contoh: Pengolahan air limbah menggunakan activated sludge (lumpur aktif) yang mengandung bakteri pengurai.
-
-
Bioteknologi Anaerob
-
Proses tanpa oksigen.
-
Contoh: Pembuatan biogas dari limbah organik seperti kotoran ternak atau sampah dapur.
-
Mikroorganisme yang Digunakan
-
Pseudomonas – Mengurai limbah minyak atau hidrokarbon.
-
Methanobacterium – Menghasilkan metana dari limbah organik.
-
Bacillus – Menguraikan limbah padat atau limbah industri.
Manfaat Bioteknologi dalam Pengelolaan Limbah
-
Ramah lingkungan.
-
Mengurangi pencemaran air, tanah, dan udara.
-
Menghasilkan energi terbarukan (seperti biogas).
-
Bisa menghasilkan produk bernilai seperti pupuk organik.

