Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Medan Area kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di MAN Karo, Kabanjahe, pada 10 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Eco-Theology Islam: Peran Nilai Keislaman dan Budaya Lokal dalam Menjaga Lingkungan” sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam penguatan edukasi lingkungan sekaligus promosi akademik kepada siswa tingkat menengah atas.

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, FAI UMA tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran intelektual dan spiritual generasi muda terhadap isu-isu lingkungan hidup.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Madrasah yang mewakili Kepala Madrasah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim PkM FAI UMA dan berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan siswa, terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Sinergi Nilai Keislaman dan Kearifan Lokal dalam Konsep Eco-Theology
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dipimpin oleh Ketua Tim PkM, Dr. Abdul Haris, S.Ag., M.Si selaku Dekan FAI UMA, bersama Dr. Fauji Wikanda, M.Pd.I (Wakil Dekan Bidang Akademik), serta dosen FAI lainnya seperti Dr. M. Abrar Parinduri, MA, Muhammad Rusdi, M.Pd, dan mahasiswa Matius Ocon Ginting.
Dalam pemaparannya, tim FAI UMA menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup saat ini merupakan tantangan global yang memerlukan pendekatan multidimensional, termasuk pendekatan teologis. Konsep eco-theology dalam Islam menekankan bahwa manusia memiliki amanah sebagai khalifah fil ardh, yakni pemimpin sekaligus penjaga bumi.

Nilai-nilai keislaman mengajarkan prinsip keseimbangan (mizan), larangan berbuat kerusakan (fasad), serta kewajiban menjaga dan memelihara alam sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral. Menjaga lingkungan bukan sekadar isu sosial atau ekologis, melainkan juga manifestasi keimanan seorang muslim.
Materi juga menekankan pentingnya kebersihan, pelestarian sumber daya alam, serta gaya hidup sederhana sebagai implementasi nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan teologis ini kemudian dipadukan dengan kearifan budaya lokal masyarakat Karo yang secara turun-temurun menjunjung tinggi harmoni antara manusia dan alam.
Antusiasme Siswa dan Pengenalan Profil FAI UMA
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode pemaparan materi, diskusi kelompok, serta sesi tanya jawab. Para siswa MAN Karo menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait peran generasi muda dalam mengatasi persoalan sampah, perubahan iklim, serta pengelolaan lingkungan sekolah berbasis nilai agama.

Selain penyampaian materi, tim FAI UMA juga memperkenalkan profil fakultas, program studi, kegiatan kemahasiswaan, serta berbagai peluang akademik dan beasiswa yang tersedia di lingkungan Universitas Medan Area. Hal ini bertujuan memberikan wawasan kepada siswa mengenai pilihan pendidikan tinggi yang mengintegrasikan nilai keislaman, akademik, dan pengembangan karakter.
Melalui kegiatan ini, FAI UMA berharap terjalin sinergi dan kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun kesadaran ekologis berbasis nilai agama. Diharapkan para siswa mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian spiritual dan sosial terhadap kelestarian lingkungan.
Kegiatan PkM ini menjadi bukti komitmen FAI UMA dalam menghadirkan pendidikan Islam yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, serta berperan aktif dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
