Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL, DAN BERKEPRIBADIAN
facebook
youtube
instagram
Pusat Pengelolaan Digitalisasi Penjaminan Mutu Universitas Medan Area
Call Support 0823-6994-9970
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • PROFIL
    • VISI DAN MISI
    • STRUKTUR ORGANISASI
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • APLIKASI
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • REPOSITORI UMA
      • TRACER STUDY (ALUMNI)
      • JURNAL
      • E-LEARNING UMA
      • DIREKTORI MAHASISWA
    • ARSIP
      • PERUBAHAN DATA MAHASISWA DI PDDIKTI
      • Buku Pedoman Universitas Medan Area
      • KURIKULUM
        • Kurikulum Teknik
        • Kurikulum Pertanian
        • Kurikulum Ekonomi dan Bisnis
        • Kurikulum Hukum
        • Kurikulum Isipol
        • Kurikulum Psikologi
        • Kurikulum Saintek
        • Kurikulum Agama Islam
      • Kalender Akademik Universitas Medan Area
      • Artikel
    • Helpdesk P2DPM
  • id
    • en
    • id

Fakta Ilmiah di Balik Takeoff dan Landing

Home > Artikel > Fakta Ilmiah di Balik Takeoff dan Landing

Fakta Ilmiah di Balik Takeoff dan Landing

Posted on 19 Mei 202619 Mei 2026 by Anisa Rahma Nasution
0

Setiap kali sebuah pesawat lepas landas atau mendarat, sebenarnya sedang terjadi “pertarungan” kompleks antara berbagai hukum fisika. Ribuan kilogram logam dapat terangkat ke udara bukan karena sihir atau sekadar kekuatan mesin, melainkan karena kombinasi presisi antara aerodinamika, kecepatan, tekanan udara, gravitasi, dan teknologi kontrol modern.

Fase takeoff dan landing merupakan dua tahap paling penting sekaligus paling menantang dalam dunia penerbangan. Pada saat takeoff, pesawat harus menghasilkan gaya angkat (lift) yang cukup besar untuk melawan gravitasi dalam waktu singkat. Sementara saat landing, pesawat harus menurunkan kecepatan dan kehilangan lift secara terkendali agar dapat menyentuh runway dengan aman.

Di balik proses tersebut terdapat berbagai konsep ilmiah seperti:
  • Hukum Newton tentang gerak
  • Prinsip Bernoulli pada aliran udara
  • Gaya angkat dan hambatan udara
  • Energi kinetik dan momentum
  • Pengaruh cuaca, suhu, dan angin

Bahkan detail kecil seperti bentuk sayap, posisi flap, hingga arah angin dapat menentukan keberhasilan sebuah penerbangan. Pesawat modern seperti Boeing 787 Dreamliner atau Airbus A350 menggunakan teknologi aerodinamika dan komputer canggih untuk membantu pilot menjaga stabilitas pesawat selama proses lepas landas dan pendaratan. Namun pada akhirnya, seluruh proses tetap tunduk pada hukum-hukum fisika yang sama yang berlaku di alam semesta. Memahami fakta ilmiah di balik takeoff dan landing bukan hanya membuat kita lebih kagum terhadap teknologi penerbangan, tetapi juga membantu melihat bagaimana sains bekerja secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Takeoff (lepas landas) dan landing (pendaratan) pesawat adalah kombinasi kompleks antara aerodinamika, gaya fisika, sistem kontrol, mesin, dan keterampilan pilot. Kedua fase ini termasuk fase paling kritis dalam penerbangan karena pesawat berada dekat tanah, kecepatannya berubah cepat, dan margin kesalahan lebih kecil.

1. Empat Gaya Utama pada Pesawat

Semua penerbangan dikendalikan oleh empat gaya utama:

a. Lift (Gaya Angkat)

Gaya yang mengangkat pesawat ke udara.

Terjadi karena bentuk sayap (airfoil) membuat udara di atas sayap bergerak lebih cepat dibanding bawah sayap sehingga tekanan di atas lebih rendah.

Prinsip yang terlibat:

  • Hukum Bernoulli
  • Hukum Newton III (aksi–reaksi)

L=12ρv2SCLL=\frac{1}{2}\rho v^2 S C_LL=21​ρv2SCL​

Keterangan:

  • LLL: lift
  • ρ\rhoρ: densitas udara
  • vvv: kecepatan
  • SSS: luas sayap
  • CLC_LCL​: koefisien lift

Artinya:
Semakin cepat pesawat bergerak, lift meningkat sangat besar karena bergantung pada kuadrat kecepatan.

b. Weight (Berat)

Gaya gravitasi yang menarik pesawat ke bawah.

W=mgW=mgW=mg
mmm

ggg

Fg=mg≈78.4 NF_g=mg\approx 78.4\,\text{N}Fg​=mg≈78.4N
m=8kgF_g=78.4Ng=9.8 m/s^2

Semakin berat pesawat:

  • runway yang dibutuhkan lebih panjang
  • kecepatan takeoff lebih tinggi
  • gaya angkat yang diperlukan lebih besar

c. Thrust (Dorongan)

Gaya dari mesin jet atau baling-baling yang mendorong pesawat maju.

Mesin jet bekerja berdasarkan Hukum Newton III:

gas panas ditembakkan ke belakang → pesawat terdorong ke depan.

d. Drag (Hambatan Udara)

Gaya yang melawan gerak pesawat.

Ada beberapa jenis drag:

  • parasite drag
  • induced drag
  • wave drag (pada kecepatan tinggi)

2. Apa yang Terjadi Saat Takeoff?

Takeoff terdiri dari beberapa fase.

Tahap 1 — Acceleration Roll

Pesawat mulai bergerak di runway.

Pilot meningkatkan thrust hingga hampir maksimum.

Yang terjadi:

  • mesin menghasilkan dorongan besar
  • kecepatan meningkat
  • lift mulai terbentuk
  • drag juga meningkat

Pada tahap ini:
lift belum cukup besar untuk mengangkat pesawat.

Tahap 2 — Rotation Speed (Vr)

Saat mencapai kecepatan tertentu, pilot menarik hidung pesawat ke atas.

Disebut “rotation”.

Mengapa?
Karena sudut serang sayap (angle of attack) meningkat.

Semakin besar angle of attack:

  • lift meningkat
  • tetapi drag juga meningkat

Jika terlalu besar:
aliran udara bisa terlepas dari sayap → stall.

Tahap 3 — Liftoff

Lift akhirnya melebihi berat pesawat.

Secara sederhana:

L>WL>WL>W

Pesawat mulai terangkat dari runway.

Namun sebenarnya:
pilot mempertahankan climb angle optimal agar efisien dan aman.

Tahap 4 — Initial Climb

Pesawat naik sambil:

  • landing gear ditarik
  • flap perlahan dikurangi
  • kecepatan distabilkan

Mengapa flap dipakai saat takeoff?

Karena flap:

  • memperbesar luas efektif sayap
  • meningkatkan lift pada kecepatan rendah

Tetapi flap juga:

  • menambah drag

Karena itu flap tidak dipakai penuh saat cruise.

3. Mengapa Pesawat Butuh Runway Panjang?

Karena pesawat harus mencapai:

  • kecepatan minimum takeoff
  • lift yang cukup

Energi kinetik meningkat dengan kuadrat kecepatan:

Ek=12mv2E_k=\frac{1}{2}mv^2Ek​=21​mv2

Pesawat besar seperti Boeing 777 bisa membutuhkan runway lebih dari 3 km tergantung:

  • berat
  • suhu udara
  • elevasi bandara
  • angin
  • kondisi runway

4. Pengaruh Suhu dan Ketinggian

Udara panas lebih renggang → densitas turun.

Akibatnya:

  • lift berkurang
  • mesin jet kurang efisien

Karena itu bandara panas dan tinggi seperti di pegunungan membuat pesawat perlu:

  • runway lebih panjang
  • payload lebih kecil

Fenomena ini disebut:
“density altitude”.

5. Apa yang Terjadi Saat Landing?

Landing pada dasarnya adalah proses kebalikan takeoff — tetapi jauh lebih sulit secara presisi.

Tahap 1 — Approach

Pesawat menurunkan:

  • kecepatan
  • ketinggian

Pilot menggunakan:

  • flap
  • slat
  • landing gear

Tujuannya:
meningkatkan lift pada kecepatan rendah.

Tahap 2 — Glide Slope

Pesawat mengikuti jalur turun stabil sekitar 3°.

θ≈3∘\theta\approx3^\circθ≈3∘

Mengapa tidak terlalu curam?
Karena:

  • kenyamanan
  • keamanan
  • kemampuan pengereman

Bandara menggunakan sistem ILS (Instrument Landing System) untuk membantu alignment.

Tahap 3 — Flare

Sesaat sebelum menyentuh runway:
pilot sedikit menaikkan hidung pesawat.

Disebut “flare”.

Tujuannya:

  • mengurangi vertical speed
  • touchdown lebih halus

Kalau flare berlebihan:

  • pesawat bisa melayang terlalu lama
  • runway habis

Kalau kurang:

  • hard landing

Tahap 4 — Touchdown

Roda utama menyentuh runway dulu.

Mengapa bukan roda depan?
Karena:

  • lebih stabil
  • mengurangi risiko nose gear rusak

Asap kecil saat touchdown berasal dari:

  • gesekan ban dengan runway
  • ban awalnya belum berputar

Tahap 5 — Deceleration

Pesawat melambat menggunakan:

a. Wheel Brakes

Rem roda biasa.

b. Spoilers

Panel di atas sayap yang “merusak” lift.

Tujuan:
  • mengurangi lift
  • memindahkan berat penuh ke roda
  • meningkatkan efektivitas rem

c. Reverse Thrust

Mesin jet membalik arah aliran udara sebagian ke depan.

Ini membantu mempercepat perlambatan.

6. Mengapa Landing Lebih Sulit dari Takeoff?

Karena pilot harus mengontrol:

  • kecepatan
  • sudut turun
  • arah
  • angin silang
  • jarak runway
  • sink rate

secara simultan dalam margin kecil.

Crosswind landing sangat menantang.

Pilot kadang mendarat dengan:

  • badan pesawat miring
  • rudder berlawanan arah

untuk melawan angin samping.

7. Apa Itu Stall dan Mengapa Berbahaya?

Stall bukan berarti mesin mati.

Stall terjadi ketika:
sayap kehilangan lift karena angle of attack terlalu besar.

Saat stall:
  • airflow menjadi turbulen
  • lift turun drastis
  • pesawat bisa jatuh

Karena itu kecepatan minimum sangat penting saat takeoff dan landing.

8. Mengapa Pesawat Tetap Bisa Terbang Meski Sangat Berat?

Karena lift tidak bergantung pada “ringan atau berat”, tetapi pada:

  • kecepatan udara
  • desain sayap
  • thrust mesin
  • angle of attack

Pesawat seperti Airbus A380 memiliki:

  • sayap sangat besar
  • mesin sangat kuat
  • sistem kontrol canggih

sehingga mampu menghasilkan lift raksasa.

9. Peran Komputer Modern

Pesawat modern seperti Airbus A350 atau Boeing 787 Dreamliner menggunakan:

  • fly-by-wire
  • autopilot
  • auto-throttle
  • flight envelope protection

Komputer membantu:

  • mencegah stall
  • menjaga stabilitas
  • mengoptimalkan performa

Namun pilot tetap menjadi pengambil keputusan utama.

Sebagai penutup, proses takeoff dan landing menunjukkan bahwa penerbangan modern adalah perpaduan luar biasa antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan manusia. Di balik setiap pesawat yang terbang, terdapat penerapan nyata hukum fisika seperti gaya angkat, gravitasi, dorongan mesin, dan hambatan udara yang bekerja secara bersamaan dengan presisi tinggi.

Fase lepas landas dan pendaratan juga membuktikan bahwa keberhasilan penerbangan tidak hanya bergantung pada kekuatan mesin, tetapi pada kemampuan mengendalikan energi, kecepatan, dan aliran udara secara tepat. Bahkan perubahan kecil pada cuaca, sudut sayap, atau kecepatan dapat memengaruhi keselamatan penerbangan secara signifikan.

Melalui pemahaman tentang fakta ilmiah di balik takeoff dan landing, kita dapat melihat bagaimana konsep-konsep sains yang dipelajari di kelas ternyata digunakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan dunia penerbangan merupakan salah satu pencapaian teknologi paling hebat yang pernah diciptakan manusia.

Post Views: 361

p2dpm_uma

Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate

#PRESTASIDOSENUMA Selamat & Sukses Kepada 23 Dosen #PRESTASIDOSENUMA
Selamat & Sukses Kepada 23 Dosen Universitas Medan Area atas Penandatanganan Kontrak Program Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat DPPM KEMDIKTISAINTEK Tahun Anggaran 2026
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara #KampusUnggul
Get @reshare_app • @umabestari #REKORMURI Rektor U Get @reshare_app • @umabestari #REKORMURI
Rektor Universitas Medan Area Menjadi Salah Satu Pemateri Dalam Pemecahan Rekor MURI dalam Seminar 10 Pohon Ilmu dan Peserta Terbanyak yang di selenggarakan oleh Kantor LLDIKTI Wilayah I Sumut
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #PTSterbaik
#UMAkampusJuara #KampusUnggul
Get @reshare_app • @umabestari #KUNJUNGAN Kunjunga Get @reshare_app • @umabestari #KUNJUNGAN
Kunjungan Dr. dr. Delyuzar, M.Ked.(PA), Sp.PA(K), Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) Asosiasi Masjid Kampus
Indonesia (AMKI) Sumatera Utara ke Universitas Medan Area Dalam rangka melihat Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #PTSterbaik
#UMAkampusJuara #KampusUnggul
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H
Yuk, buruan daftar sekarang! Yuk, buruan daftar sekarang!
Get @reshare_app • @umabestari #SOSIALISASI Dinas Get @reshare_app • @umabestari #SOSIALISASI
Dinas Pariwisata Medan dan Universitas Medan Area  berkolaborasi melaksanakan Sosialisasi Kompetisi Desain Logo HUT Kota Medan ke-436 Tahun 2026.
#PMBUMA2026 Yuk.. Join di Kampus Unggul Universi #PMBUMA2026 

Yuk.. Join di Kampus Unggul Universitas Medan Area. Dapatkan Beragam Fasilitas Pendidikan dan Beasiswa Hingga 100%. . 

Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru : 

➖➖➖➖➖➖➖
 https://pmb.uma.ac.id 
➖➖➖➖➖➖➖ 

Call Center UMA : 
☎️0811 6013 888 

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara
Get @reshare_app • @umabestari #JADWALUTSUMA Selam Get @reshare_app • @umabestari #JADWALUTSUMA
Selamat Melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan tanggal 11 Mei s.d. 25 Mei 2026
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara #KampusUnggul
Follow on Instagram

Lokasi P2DPM

url url url url url url url url url url url url

Kategori

  • Berita Terbaru
  • Pengumuman
  • Berita Kegiatan
  • Artikel

POSTINGAN TERPOPULER

  • Memahami Perbedaan Waktu: AM/PM, Zona Waktu, dan Sistem Jam
  • Cara Melihat IP Address di Semua Jenis Perangkat dan Jenis-Jenisnya
  • Dasar-Dasar Desain Grafis: Prinsip yang Harus Diketahui Pemula
  • Manfaat Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Untuk Kehidupan
  • Pengertian Gelombang Longitudinal dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari
KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, Call Canter : 0811-6013-888
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20122
(061) 42402994, HP : 0811 607 259
[email protected]
© 2026 P2A2I - Universitas Medan Area