Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL, DAN BERKEPRIBADIAN
facebook
youtube
instagram
Pusat Pengelolaan Digitalisasi Penjaminan Mutu Universitas Medan Area
Call Support 0823-6994-9970
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • PROFIL
    • VISI DAN MISI
    • STRUKTUR ORGANISASI
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • APLIKASI
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • REPOSITORI UMA
      • TRACER STUDY (ALUMNI)
      • JURNAL
      • E-LEARNING UMA
      • DIREKTORI MAHASISWA
    • ARSIP
      • PERUBAHAN DATA MAHASISWA DI PDDIKTI
      • Buku Pedoman Universitas Medan Area
      • KURIKULUM
        • Kurikulum Teknik
        • Kurikulum Pertanian
        • Kurikulum Ekonomi dan Bisnis
        • Kurikulum Hukum
        • Kurikulum Isipol
        • Kurikulum Psikologi
        • Kurikulum Saintek
        • Kurikulum Agama Islam
      • Kalender Akademik Universitas Medan Area
      • Artikel
    • Helpdesk P2DIK
  • id
    • en
    • id

Keterbatasan Akses Teknologi Big Data di Daerah Pedesaan

Home > Artikel > Keterbatasan Akses Teknologi Big Data di Daerah Pedesaan

Keterbatasan Akses Teknologi Big Data di Daerah Pedesaan

Posted on 21 Januari 202531 Januari 2025 by Zulaikha Ulhaq
0

Big data telah membawa banyak manfaat dalam sektor pertanian, termasuk peningkatan efisiensi, pengelolaan sumber daya yang lebih baik, dan peningkatan hasil tanaman. Namun, meskipun potensi besar yang ditawarkan oleh teknologi ini, ada tantangan signifikan dalam penerapannya, terutama di daerah pedesaan. Keterbatasan akses terhadap teknologi big data di wilayah-wilayah ini dapat menghambat upaya untuk mengoptimalkan hasil pertanian dan meningkatkan keberlanjutan produksi. Artikel ini akan mengulas berbagai keterbatasan yang ada dalam akses teknologi big data di daerah pedesaan serta dampaknya terhadap sektor pertanian.

1. Keterbatasan Infrastruktur Digital

Salah satu tantangan utama dalam penerapan big data di daerah pedesaan adalah keterbatasan infrastruktur digital. Di banyak wilayah pedesaan, akses ke internet berkecepatan tinggi dan jaringan komunikasi yang stabil masih sangat terbatas. Big data membutuhkan aliran data yang cepat dan berkelanjutan dari berbagai perangkat sensor, drone, dan satelit ke sistem pusat untuk dianalisis. Tanpa infrastruktur internet yang memadai, proses pengumpulan dan pengiriman data ini menjadi terhambat, mengurangi efektivitas penggunaan teknologi.

Di banyak daerah pedesaan, terutama di negara berkembang, jaringan internet masih sering terputus-putus atau tidak stabil. Akibatnya, petani yang bergantung pada data real-time untuk pengelolaan irigasi, pemupukan, atau deteksi dini penyakit tidak dapat mengakses atau mengirim data secara efisien, yang pada gilirannya mengurangi manfaat teknologi big data.

2. Biaya Investasi Awal yang Tinggi

Meskipun biaya teknologi big data terus menurun, investasi awal yang dibutuhkan untuk mengadopsi perangkat keras dan perangkat lunak tetap menjadi hambatan besar bagi banyak petani di daerah pedesaan. Perangkat seperti sensor tanah, drone, dan sistem pemantauan berbasis satelit memerlukan biaya yang cukup tinggi. Selain itu, untuk menganalisis data yang dikumpulkan, petani juga memerlukan perangkat komputasi yang kuat dan keahlian teknis untuk mengoperasikan sistem tersebut.

Di daerah pedesaan, petani kecil dan menengah seringkali tidak memiliki cukup modal untuk berinvestasi dalam teknologi ini. Mereka cenderung lebih memilih metode pertanian tradisional yang sudah familiar dan lebih terjangkau, meskipun teknologi seperti big data menawarkan potensi untuk meningkatkan hasil dan efisiensi pertanian.

3. Kurangnya Keterampilan dan Pengetahuan Teknologi

Big data memerlukan keahlian teknis yang tinggi dalam pengumpulan, analisis, dan interpretasi data. Di daerah pedesaan, petani sering kali kurang terlatih dalam menggunakan perangkat dan sistem berbasis teknologi. Banyak petani di wilayah ini yang lebih berpengalaman dalam pertanian tradisional, namun tidak terbiasa dengan penggunaan teknologi canggih.

Selain itu, kurangnya pelatihan mengenai cara memanfaatkan data besar untuk keputusan pertanian yang lebih baik menjadi masalah besar. Tanpa pelatihan yang memadai, teknologi ini bisa jadi tidak efektif, bahkan jika petani memiliki akses ke perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan. Pendidikan dan pelatihan tentang big data di sektor pertanian sangat penting agar petani di daerah pedesaan bisa mengoptimalkan potensi teknologi ini.

4. Keterbatasan Sumber Daya Manusia yang Kompeten

Selain keterampilan teknis pada tingkat petani, ada juga kekurangan tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang analitik data atau teknologi informasi di daerah pedesaan. Banyak wilayah pedesaan tidak memiliki sumber daya manusia yang cukup terlatih dalam bidang ini, seperti ahli data atau insinyur teknologi informasi, yang diperlukan untuk mengelola dan menganalisis data besar yang dihasilkan oleh perangkat sensor dan alat lainnya.

Keterbatasan sumber daya manusia yang terampil ini menghambat penerapan big data dalam pertanian secara optimal. Tanpa dukungan dari profesional yang berkompeten, data yang dikumpulkan bisa jadi tidak dimanfaatkan dengan maksimal, atau bahkan dapat disalahgunakan.

5. Masalah Ketergantungan pada Sistem Pihak Ketiga

Di banyak daerah pedesaan, petani sering kali bergantung pada sistem pihak ketiga untuk mengakses analitik big data, seperti layanan yang disediakan oleh perusahaan teknologi atau lembaga pemerintah. Ketergantungan ini bisa menjadi masalah apabila layanan tersebut tidak stabil atau tidak terjangkau oleh petani.

Sebagai contoh, jika petani harus membayar biaya langganan bulanan untuk mengakses data cuaca atau pemantauan lahan, biaya tersebut bisa menjadi beban tambahan yang sulit dipenuhi, terutama bagi petani kecil dengan margin keuntungan yang terbatas. Hal ini bisa mengarah pada ketergantungan yang tinggi pada pihak ketiga dan kurangnya kontrol langsung atas data dan analisis yang dibutuhkan.

6. Kesenjangan Teknologi Antar Daerah

Ada kesenjangan yang signifikan dalam penerapan teknologi big data antara daerah perkotaan dan pedesaan. Di daerah perkotaan, akses ke teknologi canggih dan infrastruktur digital lebih mudah, sementara di daerah pedesaan, kendala yang lebih besar terkait akses internet, biaya, dan keterampilan tetap menjadi hambatan utama. Kesenjangan ini bisa memperburuk ketimpangan dalam sektor pertanian, karena petani di daerah perkotaan cenderung lebih mudah memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian mereka, sementara petani di daerah pedesaan terhambat oleh keterbatasan tersebut.

Perbedaan ini menciptakan ketidakseimbangan dalam produktivitas pertanian dan keberlanjutan ekonomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta mempengaruhi daya saing produk pertanian dari kedua wilayah.

7. Masalah Keamanan Data

Keamanan data menjadi salah satu kekhawatiran besar dalam penggunaan big data, terutama di daerah pedesaan yang mungkin belum memiliki infrastruktur perlindungan data yang memadai. Ketika data pertanian sensitif, seperti lokasi lahan, jenis tanaman, atau metode pertanian yang digunakan, terhubung ke sistem digital, ada risiko data tersebut dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang atau disalahgunakan.

Hal ini bisa menciptakan ketakutan di kalangan petani untuk berbagi data mereka dengan platform atau lembaga tertentu, terutama jika mereka merasa data mereka tidak aman. Keamanan dan perlindungan data sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan petani terhadap penggunaan big data dalam pertanian.

8. Masalah Perawatan dan Pemeliharaan Teknologi

Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam pertanian presisi membutuhkan perawatan dan pemeliharaan yang rutin. Di daerah pedesaan, terutama yang jauh dari pusat kota, layanan purna jual dan dukungan teknis sering kali terbatas. Ketika perangkat mengalami kerusakan atau tidak berfungsi dengan baik, petani di daerah pedesaan mungkin tidak memiliki sumber daya atau akses untuk memperbaikinya.

Hal ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan dan kerugian yang cukup besar, mengingat banyak perangkat besar yang digunakan dalam sistem big data harus dijaga agar tetap berfungsi dengan baik agar analisis data dapat dilakukan dengan tepat waktu.

9. Keterbatasan Akses ke Pembiayaan

Untuk mengakses teknologi big data, petani di daerah pedesaan seringkali membutuhkan pembiayaan yang memadai. Namun, banyak petani yang kesulitan mendapatkan pembiayaan untuk investasi dalam teknologi canggih. Bank atau lembaga keuangan di daerah pedesaan sering kali tidak menyediakan pinjaman atau dukungan finansial untuk investasi dalam teknologi pertanian presisi karena risiko tinggi dan kurangnya pemahaman tentang potensi keuntungan yang bisa didapatkan.

Tanpa dukungan finansial yang cukup, petani di daerah pedesaan terhambat dalam mengakses teknologi yang dapat membantu mereka mengoptimalkan hasil pertanian mereka.

10. Ketergantungan pada Data dari Sumber Eksternal

Sebagian besar data yang digunakan dalam big data untuk pertanian berasal dari sumber eksternal, seperti satelit, penyedia data cuaca, atau lembaga pemerintah. Petani di daerah pedesaan sering kali memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan data eksternal ini secara optimal karena kurangnya kemampuan untuk mengakses dan menganalisis informasi tersebut dengan efektif. Ketergantungan pada data eksternal yang mungkin tidak selalu akurat atau relevan dengan kondisi lokal dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang optimal.

Kesimpulan

Keterbatasan akses teknologi big data di daerah pedesaan menghambat potensi besar teknologi ini untuk meningkatkan hasil pertanian dan keberlanjutan di wilayah tersebut. Infrastruktur yang terbatas, biaya tinggi, kurangnya keterampilan teknis, dan ketergantungan pada sistem pihak ketiga adalah beberapa tantangan utama yang harus dihadapi. Untuk mengatasi masalah ini, perlu adanya upaya bersama dari pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan akses, pelatihan, dan dukungan teknologi bagi petani di daerah pedesaan. Hanya dengan cara ini, teknologi big data dapat benar-benar membantu petani di seluruh dunia untuk meraih manfaat maksimal dari pertanian presisi.

Post Views: 473

p2dpm_uma

Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate

#PRESTASIDOSENUMA Selamat & Sukses Kepada 23 Dosen #PRESTASIDOSENUMA
Selamat & Sukses Kepada 23 Dosen Universitas Medan Area atas Penandatanganan Kontrak Program Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat DPPM KEMDIKTISAINTEK Tahun Anggaran 2026
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara #KampusUnggul
Get @reshare_app • @umabestari #REKORMURI Rektor U Get @reshare_app • @umabestari #REKORMURI
Rektor Universitas Medan Area Menjadi Salah Satu Pemateri Dalam Pemecahan Rekor MURI dalam Seminar 10 Pohon Ilmu dan Peserta Terbanyak yang di selenggarakan oleh Kantor LLDIKTI Wilayah I Sumut
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #PTSterbaik
#UMAkampusJuara #KampusUnggul
Get @reshare_app • @umabestari #KUNJUNGAN Kunjunga Get @reshare_app • @umabestari #KUNJUNGAN
Kunjungan Dr. dr. Delyuzar, M.Ked.(PA), Sp.PA(K), Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) Asosiasi Masjid Kampus
Indonesia (AMKI) Sumatera Utara ke Universitas Medan Area Dalam rangka melihat Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #PTSterbaik
#UMAkampusJuara #KampusUnggul
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H
Yuk, buruan daftar sekarang! Yuk, buruan daftar sekarang!
Get @reshare_app • @umabestari #SOSIALISASI Dinas Get @reshare_app • @umabestari #SOSIALISASI
Dinas Pariwisata Medan dan Universitas Medan Area  berkolaborasi melaksanakan Sosialisasi Kompetisi Desain Logo HUT Kota Medan ke-436 Tahun 2026.
#PMBUMA2026 Yuk.. Join di Kampus Unggul Universi #PMBUMA2026 

Yuk.. Join di Kampus Unggul Universitas Medan Area. Dapatkan Beragam Fasilitas Pendidikan dan Beasiswa Hingga 100%. . 

Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru : 

➖➖➖➖➖➖➖
 https://pmb.uma.ac.id 
➖➖➖➖➖➖➖ 

Call Center UMA : 
☎️0811 6013 888 

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara
Get @reshare_app • @umabestari #JADWALUTSUMA Selam Get @reshare_app • @umabestari #JADWALUTSUMA
Selamat Melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan tanggal 11 Mei s.d. 25 Mei 2026
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara #KampusUnggul
Follow on Instagram

Lokasi P2DPM

url url url url url url url url url url url url

Kategori

  • Berita Terbaru
  • Pengumuman
  • Berita Kegiatan
  • Artikel

POSTINGAN TERPOPULER

  • Memahami Perbedaan Waktu: AM/PM, Zona Waktu, dan Sistem Jam
  • Cara Melihat IP Address di Semua Jenis Perangkat dan Jenis-Jenisnya
  • Dasar-Dasar Desain Grafis: Prinsip yang Harus Diketahui Pemula
  • Manfaat Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Untuk Kehidupan
  • Pengertian Gelombang Longitudinal dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari
KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, Call Canter : 0811-6013-888
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20122
(061) 42402994, HP : 0811 607 259
[email protected]
© 2026 P2A2I - Universitas Medan Area