Teknik laboratorium mencakup berbagai metode dan prosedur yang digunakan untuk menganalisis sampel dalam bidang sains, kesehatan, forensik, dan industri. Beberapa teknik laboratorium yang umum digunakan antara lain:
1. Teknik Mikroskopi
- Mikroskop Cahaya: Menggunakan cahaya untuk memperbesar objek kecil.
- Mikroskop Elektron: Menggunakan berkas elektron untuk melihat struktur pada tingkat nano.
- Mikroskop Fluoresensi: Menggunakan fluorokrom untuk melihat spesimen dengan kontras tinggi.
2. Teknik Spektroskopi
- Spektrofotometri UV-Vis: Mengukur absorbansi cahaya pada panjang gelombang tertentu.
- Spektroskopi Inframerah (FTIR): Mengidentifikasi senyawa berdasarkan getaran molekul.
- Spektrometri Massa: Menganalisis massa molekul untuk mengidentifikasi komponen dalam sampel.
3. Teknik Kromatografi
- Kromatografi Lapis Tipis (TLC): Memisahkan senyawa berdasarkan kelarutan dan adhesi.
- Kromatografi Gas (GC): Memisahkan dan menganalisis senyawa volatil.
- Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC): Memisahkan senyawa dalam larutan dengan akurasi tinggi.
4. Teknik Biologi Molekuler
- PCR (Polymerase Chain Reaction): Memperbanyak DNA untuk analisis genetik.
- Elektroforesis Gel: Memisahkan DNA atau protein berdasarkan ukuran dan muatan listrik.
- Western Blot: Mendeteksi protein spesifik dalam sampel.
5. Teknik Kimia Analitik
- Titrasi: Menentukan konsentrasi zat dalam larutan dengan reaksi kimia.
- Gravimetri: Mengukur zat berdasarkan massa yang diendapkan.
- Potensiometri: Menggunakan elektroda untuk mengukur pH atau konsentrasi ion.
6. Teknik Forensik
- Analisis Sidik Jari: Menggunakan reagen kimia atau sinar UV untuk mendeteksi sidik jari laten.
- Analisis DNA: Menggunakan PCR dan elektroforesis untuk mengidentifikasi individu.
- Spektrometri Serat dan Cat: Menganalisis bukti material dalam investigasi kejahatan.

