Perkembangan hewan adalah proses perubahan dari sel tunggal (zigot) menjadi organisme dewasa yang kompleks. Proses ini mencakup pembelahan sel, diferensiasi, morfogenesis, dan pertumbuhan.
1. Tahapan Perkembangan Hewan
Perkembangan hewan terdiri dari beberapa tahap utama:
a. Fertilisasi (Pembuahan)
- Terjadi ketika sperma bertemu dengan sel telur dan membentuk zigot (sel pertama individu baru).
- Pada hewan, pembuahan bisa terjadi secara eksternal (misalnya pada ikan dan amfibi) atau internal (misalnya pada mamalia dan burung).
b. Pembelahan (Cleavage)
- Zigot mengalami pembelahan mitosis berulang kali tanpa pertumbuhan sel.
- Hasilnya adalah morula, yaitu bola padat berisi sel-sel kecil.
c. Blastulasi
- Sel-sel dalam morula membentuk rongga berisi cairan yang disebut blastula.
- Blastula memiliki lapisan luar sel (blastoderm) dan rongga tengah (blastosoel).
d. Gastrulasi
- Terjadi invaginasi (melipat ke dalam) yang membentuk tiga lapisan embrionik:
- Ektoderm → menjadi kulit, sistem saraf, dan organ sensorik.
- Mesoderm → menjadi otot, tulang, darah, dan organ dalam.
- Endoderm → menjadi sistem pencernaan dan pernapasan.
e. Organogenesis
- Proses pembentukan organ-organ tubuh dari tiga lapisan embrionik.
- Contoh: Ektoderm membentuk otak dan sumsum tulang belakang, mesoderm membentuk jantung dan ginjal, endoderm membentuk paru-paru dan hati.
f. Pertumbuhan dan Diferensiasi
- Organ-organ berkembang lebih lanjut hingga embrio siap dilahirkan atau menetas.
- Sel-sel mengalami spesialisasi fungsi sesuai dengan jaringan dan organ tertentu.
2. Jenis Perkembangan Hewan
Berdasarkan tempat perkembangan embrio, hewan dibagi menjadi:
a. Ovipar (Bertelur)
- Embrio berkembang dalam telur di luar tubuh induk.
- Contoh: Ayam, ikan, amfibi, reptil.
b. Vivipar (Melahirkan)
- Embrio berkembang dalam rahim induk dan mendapatkan nutrisi dari plasenta.
- Contoh: Mamalia seperti manusia, sapi, kucing.
c. Ovovivipar
- Telur tetap berada dalam tubuh induk sampai menetas, tetapi tidak mendapatkan nutrisi dari induk.
- Contoh: Hiu tertentu, ular boa.
3. Metamorfosis dalam Perkembangan Hewan
Beberapa hewan mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk dari larva hingga dewasa.
a. Metamorfosis Sempurna (Holometabola)
- Terdiri dari empat tahap:
- Telur
- Larva (tumbuh dan makan banyak, contoh: ulat pada kupu-kupu)
- Pupa (fase istirahat atau kepompong)
- Dewasa (serangga siap berkembang biak)
- Contoh: Kupu-kupu, nyamuk, lebah.
b. Metamorfosis Tidak Sempurna (Hemimetabola)
- Hanya terdiri dari tiga tahap:
- Telur
- Nimfa (serupa dengan dewasa tetapi belum memiliki sayap atau organ reproduksi matang)
- Dewasa
- Contoh: Belalang, kecoak, jangkrik.
4. Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Hewan
- Genetik → DNA menentukan karakteristik perkembangan.
- Hormon → Hormon seperti tiroksin mempengaruhi metamorfosis pada amfibi.
- Lingkungan → Suhu, nutrisi, dan cahaya dapat mempengaruhi perkembangan embrio.

Kesimpulan
Perkembangan hewan adalah proses kompleks yang dimulai dari pembuahan hingga individu dewasa. Proses ini mencakup tahapan fertilisasi, pembelahan sel, gastrulasi, organogenesis, dan pertumbuhan. Beberapa hewan mengalami metamorfosis, sementara yang lain berkembang langsung dari embrio ke bentuk dewasa. Faktor genetik, hormon, dan lingkungan berperan penting dalam perkembangan ini.
