ANSYS adalah perangkat lunak (software) simulasi rekayasa berbasis metode elemen hingga (Finite Element Method / FEM) yang digunakan untuk menganalisis dan memprediksi perilaku suatu produk atau komponen teknik sebelum dibuat secara fisik. Software ini dikembangkan oleh ANSYS Inc., perusahaan asal Amerika Serikat yang berdiri sejak tahun 1970-an dan kini menjadi salah satu pemimpin dunia dalam bidang Computer Aided Engineering (CAE).
Tujuan dan Fungsi Utama ANSYS
Software ini digunakan untuk memprediksi kinerja dan kekuatan suatu produk sebelum dibuat secara nyata (prototipe fisik).
Dengan ANSYS, insinyur dapat:
-
Menganalisis tegangan, regangan, dan deformasi pada struktur.
-
Mengetahui ketahanan material terhadap beban atau panas.
-
Meningkatkan efisiensi desain tanpa perlu uji coba fisik yang mahal.
-
Melakukan optimasi desain agar lebih ringan namun tetap kuat.
Jenis Analisis yang Dapat Dilakukan di ANSYS
-
Static Structural Analysis
→ Untuk menghitung tegangan, regangan, dan deformasi akibat beban statis. -
Modal Analysis
→ Untuk mengetahui frekuensi alami dan bentuk getaran struktur. -
Thermal Analysis
→ Untuk menganalisis distribusi suhu dan efek panas pada material. -
Fluid Flow (CFD – Computational Fluid Dynamics)
→ Untuk menganalisis aliran fluida dan perpindahan panas. -
Explicit Dynamics / Crash Analysis
→ Untuk mensimulasikan tumbukan atau beban dinamis cepat. -
Fatigue Analysis
→ Untuk memperkirakan umur pakai komponen akibat beban berulang.
Bidang Penerapan ANSYS
ANSYS banyak digunakan di berbagai bidang teknik, antara lain:
-
Teknik Mesin → analisis rangka sepeda motor, suspensi, turbin, gearbox, dsb.
-
Teknik Otomotif & Dirgantara → simulasi aerodinamika dan struktur kendaraan/pesawat.
-
Teknik Sipil → analisis jembatan, bangunan, struktur baja.
-
Teknik Elektro & Material → simulasi elektromagnetik dan konduktivitas termal.
2. Tahapan Analisis di ANSYS
a. Pemodelan Geometri
-
Buat model 3D rangka sepeda motor di CAD software (misalnya SolidWorks, CATIA, atau Autodesk Inventor).
-
Pastikan dimensi, sambungan, dan ketebalan pipa sesuai rancangan sebenarnya.
-
Simpan dalam format yang bisa dibaca ANSYS (misalnya .STEP atau .IGES).
b. Import ke ANSYS Workbench
-
Gunakan modul Static Structural.
-
Impor model 3D ke ANSYS untuk dilakukan analisis elemen hingga (FEA).
c. Definisi Material
-
Tentukan material rangka (misalnya baja karbon, aluminium alloy, atau chromoly steel).
-
Masukkan sifat material seperti:
-
Modulus elastisitas (E)
-
Poisson’s ratio (ν)
-
Kekuatan luluh (Yield Strength)
-
Densitas (ρ)
-
d. Pembuatan Mesh
-
Gunakan meshing yang cukup halus di area sambungan atau perubahan bentuk.
-
Pastikan mesh quality baik (aspect ratio & skewness dalam batas aman).
e. Pemberian Boundary Condition
-
Fixed Support: di area dudukan roda depan dan belakang (simulasi titik tumpuan).
-
Loads: sesuai kondisi nyata, misalnya:
-
Beban pengendara (berat tubuh) → diaplikasikan pada dudukan jok.
-
Beban mesin dan tangki → diaplikasikan pada dudukan mesin.
-
Beban dari jalan → gaya vertikal atau lateral dari roda.
-
Gaya rem → gaya ke belakang pada poros roda depan/belakang.
-
f. Solusi & Hasil
Setelah menjalankan simulasi, ANSYS akan memberikan hasil berupa:
-
Deformasi total (mm)
-
Tegangan Von Mises (MPa)
-
Faktor keamanan (Safety Factor)
-
Distribusi beban dan gaya pada tiap elemen
3. Interpretasi Hasil
-
Jika tegangan Von Mises < Yield Strength → desain aman.
-
Jika tegangan > Yield Strength → perlu penguatan atau perubahan desain.
-
Safety Factor biasanya ≥ 1.5 untuk struktur kendaraan.
-
Cek juga distribusi tegangan untuk memastikan tidak ada konsentrasi tegangan di sambungan las atau tikungan pipa.
4. Analisis Lanjutan (Opsional)
Anda juga dapat memperluas simulasi:
-
Modal Analysis → untuk mengetahui frekuensi getar alami.
-
Fatigue Analysis → untuk memprediksi umur pakai rangka akibat beban siklik.
-
Crash Analysis (Explicit Dynamics) → untuk simulasi tumbukan.
5. Keunggulan ANSYS
-
Akurasi tinggi dalam FEA.
-
Mampu menangani geometri kompleks.
-
Bisa integrasi dengan CAD dan memiliki database material lengkap.
-
Mendukung berbagai jenis analisis (statis, dinamis, termal, fatigue, dll).
Langkah-Langkah Analisis Rangka Sepeda Motor di ANSYS Workbench
1. Persiapan Model 3D
-
Buat model rangka sepeda motor menggunakan software CAD seperti:
-
SolidWorks
-
Autodesk Inventor
-
CATIA
-
-
Pastikan model dibuat sesuai dimensi aktual, termasuk diameter dan ketebalan pipa rangka.
-
Simpan model dalam format STEP (.stp) atau IGES (.igs) agar mudah diimpor ke ANSYS.
2. Buka ANSYS Workbench
-
Jalankan ANSYS Workbench.
-
Dari panel Toolbox, pilih sistem Static Structural → drag ke area Project Schematic.
-
Sistem ini digunakan untuk analisis kekuatan akibat beban statis.
3. Import Geometri
-
Klik Geometry → Import Geometry → pilih file 3D rangka (.STEP atau .IGES).
-
ANSYS akan menampilkan model rangka dalam tampilan 3D.
4. Definisi Material
-
Buka tab Engineering Data.
-
Tambahkan material yang digunakan, misalnya:
| Material | Modulus Elastisitas (E) | Poisson’s Ratio | Density (ρ) | Yield Strength |
|---|---|---|---|---|
| Baja karbon (AISI 1020) | 2.05×10⁵ MPa | 0.3 | 7850 kg/m³ | 350 MPa |
| Aluminium Alloy 6061 | 6.9×10⁴ MPa | 0.33 | 2700 kg/m³ | 276 MPa |
-
Pastikan material tersebut diterapkan ke seluruh bagian rangka.
5. Pembuatan Mesh
-
Klik Model → Mesh.
-
Tentukan ukuran elemen (misalnya 5 mm – 10 mm) tergantung kompleksitas model.
-
Gunakan Refinement (Mesh Control) pada area kritis seperti sambungan pipa atau dudukan mesin.
-
Lakukan Generate Mesh dan pastikan mesh memiliki kualitas baik (aspect ratio & skewness < batas aman).
6. Pemberian Boundary Conditions (Kondisi Batas)
a. Fixed Support
-
Tetapkan titik tumpuan pada:
-
Dudukan as roda depan.
-
Dudukan as roda belakang.
Ini mensimulasikan bahwa kedua titik tersebut menahan gaya dari jalan.
-
b. Beban (Load)
Tambahkan beban sesuai kondisi nyata:
-
Beban pengendara → gaya vertikal ke bawah di posisi dudukan jok (misal 700 N).
-
Beban mesin → gaya pada dudukan mesin (misal 200 N).
-
Beban tangki bahan bakar → gaya kecil di bagian tengah rangka (misal 100 N).
-
Bisa juga ditambahkan gaya lateral atau beban kejut jika ingin mensimulasikan manuver atau jalan bergelombang.
7. Menjalankan Solusi (Solution)
-
Klik kanan pada Solution → pilih:
-
Total Deformation (untuk melihat perpindahan total),
-
Equivalent (Von-Mises) Stress (untuk melihat distribusi tegangan),
-
Safety Factor (untuk mengetahui tingkat keamanan).
-
-
Klik Solve untuk menjalankan simulasi.
8. Analisis Hasil
Setelah proses selesai, tampilkan hasil:
-
Total Deformation: menunjukkan besar dan arah deformasi (dalam mm).
Contoh hasil: deformasi maksimum = 1.8 mm di bagian tengah rangka.
-
Equivalent (Von-Mises) Stress: menunjukkan tegangan maksimum (MPa).
Contoh hasil: tegangan maksimum = 210 MPa < 350 MPa (Yield Strength) → aman.
-
Safety Factor: menunjukkan tingkat keamanan.
Contoh hasil: Safety Factor minimum = 1.65 → masih aman untuk penggunaan normal.
9. Interpretasi dan Evaluasi
-
Jika tegangan maksimum < yield strength, maka rangka aman terhadap beban.
-
Jika tegangan tinggi muncul di sambungan, perlu dilakukan penguatan di area tersebut.
-
Bila deformasi terlalu besar, pertimbangkan perubahan desain (misalnya diameter pipa lebih besar atau menambah penopang).
10. Dokumentasi Hasil
Simpan hasil simulasi:
-
Screenshot tampilan tegangan, deformasi, dan safety factor.
-
Ekspor laporan otomatis dari ANSYS (menu: Report → Generate Report).
-
Catat nilai hasil utama untuk analisis lebih lanjut.

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menggunakan Software ANSYS Workbench, dapat disimpulkan bahwa:
-
ANSYS mampu mensimulasikan perilaku mekanik rangka sepeda motor secara akurat melalui metode elemen hingga (Finite Element Method).
-
Dari hasil simulasi diperoleh distribusi tegangan (Von Mises Stress), deformasi total, dan faktor keamanan (Safety Factor) yang menunjukkan bahwa rangka masih berada dalam batas aman terhadap beban kerja yang diberikan.
-
Penggunaan ANSYS memberikan kemudahan bagi perancang untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan desain tanpa perlu melakukan uji coba fisik yang memakan waktu dan biaya besar.
-
Area dengan tegangan tertinggi dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga dapat dilakukan perbaikan desain atau penambahan penguat pada bagian tertentu dari rangka.
