Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL, DAN BERKEPRIBADIAN
facebook
youtube
instagram
Pusat Pengelolaan Digitalisasi Penjaminan Mutu Universitas Medan Area
Call Support 0823-6994-9970
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
  • BERANDA
  • TENTANG
    • PROFIL
    • VISI DAN MISI
    • STRUKTUR ORGANISASI
  • BERITA KEGIATAN
  • KERJASAMA
  • LAYANAN & INFORMASI
    • APLIKASI
      • PERPUSTAKAAN UMA
      • ACADEMIC ONLINE CAMPUS (AOC)
      • REPOSITORI UMA
      • TRACER STUDY (ALUMNI)
      • JURNAL
      • E-LEARNING UMA
      • DIREKTORI MAHASISWA
    • ARSIP
      • PERUBAHAN DATA MAHASISWA DI PDDIKTI
      • Buku Pedoman Universitas Medan Area
      • KURIKULUM
        • Kurikulum Teknik
        • Kurikulum Pertanian
        • Kurikulum Ekonomi dan Bisnis
        • Kurikulum Hukum
        • Kurikulum Isipol
        • Kurikulum Psikologi
        • Kurikulum Saintek
        • Kurikulum Agama Islam
      • Kalender Akademik Universitas Medan Area
      • Artikel
    • Helpdesk P2DIK
  • id
    • en
    • id

Psikologi Abnormal, Penyebab, dan Klasifikasinya

Home > Artikel > Psikologi Abnormal, Penyebab, dan Klasifikasinya

Psikologi Abnormal, Penyebab, dan Klasifikasinya

Posted on 18 Februari 2025 by Laila Mustika
0

Psikologi abnormal adalah cabang psikologi yang mempelajari pola pikir, perilaku, dan emosi yang menyimpang dari norma sosial, menyebabkan distress, atau mengganggu fungsi individu dalam kehidupan sehari-hari.

Studi ini bertujuan untuk memahami penyebab, klasifikasi, diagnosis, dan pengobatan gangguan mental.

I. Kriteria Abnormalitas

Tidak semua perilaku yang unik atau tidak umum dianggap sebagai gangguan mental. Untuk menentukan apakah suatu perilaku abnormal, beberapa kriteria digunakan:

  1. Deviansi (Penyimpangan dari Norma Sosial & Statistik)

    • Perilaku yang sangat berbeda dari kebiasaan masyarakat atau sangat jarang terjadi dianggap abnormal.
    • Contoh: Seseorang yang mendengar suara-suara yang tidak nyata (halusinasi) dianggap mengalami gangguan psikotik.
  2. Distress (Penderitaan Psikologis)

    • Jika seseorang merasa sangat cemas, tertekan, atau terganggu oleh pikirannya sendiri, itu bisa menjadi tanda gangguan mental.
    • Contoh: Seseorang dengan gangguan kecemasan mengalami kepanikan ekstrem saat berbicara di depan umum.
  3. Dysfunction (Gangguan Fungsi dalam Kehidupan Sehari-hari)

    • Perilaku yang menghambat seseorang dalam bekerja, berinteraksi sosial, atau mengurus dirinya sendiri dapat dikategorikan sebagai gangguan.
    • Contoh: Seseorang dengan depresi berat mungkin tidak mampu bangun dari tempat tidur atau pergi bekerja.
  4. Danger (Bahaya bagi Diri Sendiri atau Orang Lain)

    • Jika perilaku seseorang mengancam keselamatan dirinya sendiri atau orang lain, itu bisa dianggap abnormal.
    • Contoh: Seseorang dengan gangguan psikotik yang mengalami delusi paranoid bisa menjadi agresif terhadap orang lain.

II. Penyebab Gangguan Mental (Model Biopsikososial)

Gangguan mental tidak disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan kombinasi dari faktor biologis, psikologis, dan sosial.

1. Faktor Biologis

  • Genetika → Riwayat keluarga dengan gangguan mental meningkatkan risiko seseorang mengalaminya.
  • Neurotransmitter → Ketidakseimbangan zat kimia di otak (misalnya serotonin dan dopamin) dapat memicu gangguan seperti depresi atau skizofrenia.
  • Struktur Otak → Kerusakan atau kelainan pada bagian otak tertentu dapat memengaruhi perilaku abnormal.

2. Faktor Psikologis

  • Trauma masa kecil → Kekerasan, pelecehan, atau kehilangan orang tua bisa memicu gangguan kecemasan dan PTSD.
  • Pola pikir negatif → Orang dengan pemikiran pesimis lebih rentan terhadap depresi.
  • Mekanisme pertahanan ego → Menurut teori Freud, gangguan mental bisa muncul karena konflik bawah sadar.

3. Faktor Sosial & Budaya

  • Lingkungan keluarga → Pola asuh yang terlalu keras atau penuh konflik dapat berkontribusi pada gangguan kepribadian.
  • Tekanan sosial & stigma → Ekspektasi sosial yang tinggi bisa menyebabkan stres dan gangguan kecemasan.
  • Faktor ekonomi → Kemiskinan dan pengangguran meningkatkan risiko gangguan mental.

III. Klasifikasi Gangguan Mental

Gangguan mental dikelompokkan dalam berbagai kategori berdasarkan DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) dan ICD-11 (International Classification of Diseases).

1. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders)

Gangguan yang ditandai dengan rasa cemas berlebihan dan ketakutan yang tidak rasional.

  • Gangguan Panik → Serangan panik mendadak dengan gejala fisik seperti jantung berdebar dan sesak napas.
  • Fobia Spesifik → Ketakutan ekstrem terhadap objek atau situasi tertentu (misalnya takut ketinggian atau laba-laba).
  • Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD) → Pikiran obsesif yang tidak terkendali dan perilaku kompulsif untuk meredakannya (misalnya mencuci tangan berulang kali).

2. Gangguan Mood (Mood Disorders)

Gangguan yang memengaruhi suasana hati dan emosi seseorang.

  • Depresi Mayor → Perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat, dan kelelahan ekstrem.
  • Gangguan Bipolar → Perubahan suasana hati ekstrem antara depresi dan mania (euforia berlebihan).

3. Gangguan Psikotik (Psychotic Disorders)

Gangguan yang melibatkan kehilangan kontak dengan realitas.

  • Skizofrenia → Halusinasi (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata), delusi (keyakinan yang salah), dan gangguan berpikir.

4. Gangguan Kepribadian (Personality Disorders)

Pola perilaku yang kaku dan maladaptif yang memengaruhi hubungan sosial.

  • Antisosial → Tidak memiliki empati, sering melanggar hukum, manipulatif (sering ditemukan pada psikopat).
  • Borderline → Ketidakstabilan emosi, impulsif, dan ketakutan ditinggalkan.

5. Gangguan Disosiatif (Dissociative Disorders)

Gangguan yang menyebabkan gangguan identitas dan ingatan.

  • Amnesia Disosiatif → Hilang ingatan akibat trauma psikologis.
  • Gangguan Identitas Disosiatif (DID) → Seseorang memiliki lebih dari satu identitas yang berbeda.

IV. Diagnosis dan Pengobatan Gangguan Mental

1. Metode Diagnosis

  • DSM-5 & ICD-11 → Digunakan oleh psikolog dan psikiater untuk mendiagnosis gangguan mental.
  • Wawancara Klinis → Evaluasi langsung terhadap pola pikir dan perilaku pasien.
  • Tes Psikologis → Seperti MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) untuk menilai gangguan kepribadian.

2. Terapi Psikologis

  • Cognitive Behavioral Therapy (CBT) → Mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional.
  • Terapi Psikoanalitik → Menganalisis konflik bawah sadar yang menyebabkan gangguan.
  • Terapi Kelompok → Dukungan dari orang-orang dengan pengalaman serupa.

3. Pengobatan Medis

  • Antidepresan → Untuk mengatasi depresi (misalnya SSRI seperti Prozac).
  • Antipsikotik → Untuk mengendalikan gejala skizofrenia.
  • Stabilisator Mood → Untuk mengontrol perubahan emosi pada gangguan bipolar.

V. Psikologi Abnormal & Psikologi Forensik

Psikologi abnormal juga berhubungan dengan psikologi forensik, terutama dalam:

  • Evaluasi kesehatan mental tersangka → Apakah seseorang yang melakukan kejahatan mengalami gangguan mental?
  • Kelayakan untuk diadili → Apakah terdakwa mampu memahami persidangan?
  • Profiling kriminal → Memahami pola pikir psikopat atau pelaku kejahatan berulang.

Kesimpulan

Psikologi abnormal membantu kita memahami perilaku yang menyimpang dari norma dan bagaimana gangguan mental dapat memengaruhi individu. Dengan pendekatan biopsikososial, kita bisa lebih efektif dalam mendiagnosis, mengobati, dan mendukung penderita gangguan mental.

Post Views: 1,977

p2dpm_uma

Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate

#PRESTASIDOSENUMA Selamat & Sukses Kepada 23 Dosen #PRESTASIDOSENUMA
Selamat & Sukses Kepada 23 Dosen Universitas Medan Area atas Penandatanganan Kontrak Program Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat DPPM KEMDIKTISAINTEK Tahun Anggaran 2026
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara #KampusUnggul
Get @reshare_app • @umabestari #REKORMURI Rektor U Get @reshare_app • @umabestari #REKORMURI
Rektor Universitas Medan Area Menjadi Salah Satu Pemateri Dalam Pemecahan Rekor MURI dalam Seminar 10 Pohon Ilmu dan Peserta Terbanyak yang di selenggarakan oleh Kantor LLDIKTI Wilayah I Sumut
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #PTSterbaik
#UMAkampusJuara #KampusUnggul
Get @reshare_app • @umabestari #KUNJUNGAN Kunjunga Get @reshare_app • @umabestari #KUNJUNGAN
Kunjungan Dr. dr. Delyuzar, M.Ked.(PA), Sp.PA(K), Ketua Umum Pengurus Wilayah (PW) Asosiasi Masjid Kampus
Indonesia (AMKI) Sumatera Utara ke Universitas Medan Area Dalam rangka melihat Pelaksanaan Pemotongan Hewan Qurban.
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #PTSterbaik
#UMAkampusJuara #KampusUnggul
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H
Yuk, buruan daftar sekarang! Yuk, buruan daftar sekarang!
Get @reshare_app • @umabestari #SOSIALISASI Dinas Get @reshare_app • @umabestari #SOSIALISASI
Dinas Pariwisata Medan dan Universitas Medan Area  berkolaborasi melaksanakan Sosialisasi Kompetisi Desain Logo HUT Kota Medan ke-436 Tahun 2026.
#PMBUMA2026 Yuk.. Join di Kampus Unggul Universi #PMBUMA2026 

Yuk.. Join di Kampus Unggul Universitas Medan Area. Dapatkan Beragam Fasilitas Pendidikan dan Beasiswa Hingga 100%. . 

Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru : 

➖➖➖➖➖➖➖
 https://pmb.uma.ac.id 
➖➖➖➖➖➖➖ 

Call Center UMA : 
☎️0811 6013 888 

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara
Get @reshare_app • @umabestari #JADWALUTSUMA Selam Get @reshare_app • @umabestari #JADWALUTSUMA
Selamat Melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan tanggal 11 Mei s.d. 25 Mei 2026
.
Informasi dan Pendaftaran Mahasiswa Baru :
➖➖➖➖➖➖➖
https://pmb.uma.ac.id
➖➖➖➖➖➖➖

Call Center UMA :
☎️0811 6013 888

#ptssehat #ptsterbaik #UMAkampusJuara #KampusUnggul
Follow on Instagram

Lokasi P2DPM

url url url url url url url url url url url url

Kategori

  • Berita Terbaru
  • Pengumuman
  • Berita Kegiatan
  • Artikel

POSTINGAN TERPOPULER

  • Memahami Perbedaan Waktu: AM/PM, Zona Waktu, dan Sistem Jam
  • Cara Melihat IP Address di Semua Jenis Perangkat dan Jenis-Jenisnya
  • Dasar-Dasar Desain Grafis: Prinsip yang Harus Diketahui Pemula
  • Manfaat Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Untuk Kehidupan
  • Pengertian Gelombang Longitudinal dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari
KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, Call Canter : 0811-6013-888
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20122
(061) 42402994, HP : 0811 607 259
[email protected]
© 2026 P2A2I - Universitas Medan Area