Fisiologi tumbuhan adalah cabang ilmu yang mempelajari fungsi dan proses yang terjadi dalam tumbuhan, termasuk bagaimana mereka tumbuh, berkembang, dan beradaptasi dengan lingkungannya. Berikut adalah beberapa aspek utama dalam fisiologi tumbuhan:
1. Fotosintesis
- Proses di mana tumbuhan mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa.
- Terjadi di kloroplas dengan dua tahap utama: reaksi terang (memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (siklus Calvin).
2. Respirasi Seluler
- Proses pengubahan glukosa menjadi energi (ATP) yang dapat digunakan oleh sel tumbuhan.
- Bisa berlangsung secara aerob (dengan oksigen) atau anaerob (tanpa oksigen).
3. Transportasi Air dan Nutrisi
- Transpirasi: Penguapan air dari daun melalui stomata yang membantu menarik air dari akar.
- Xilem: Mengangkut air dan mineral dari akar ke seluruh bagian tumbuhan.
- Floem: Mengangkut hasil fotosintesis (gula) dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
4. Hormon Tumbuhan (Fitohormon)
- Auksin: Merangsang pertumbuhan sel dan pemanjangan batang.
- Giberelin: Memacu perkecambahan dan pemanjangan batang.
- Sitinokinin: Merangsang pembelahan sel dan pertumbuhan tunas.
- Etilen: Mempercepat pematangan buah.
- Asam absisat (ABA): Menghambat pertumbuhan dan membantu tumbuhan bertahan saat stres.
5. Perkecambahan dan Pertumbuhan
- Melibatkan aktivitas enzim untuk mengubah cadangan makanan dalam biji menjadi energi.
- Dipengaruhi oleh faktor internal (genetik, hormon) dan eksternal (air, suhu, oksigen).
6. Respons Terhadap Lingkungan
- Fototropisme: Respons tumbuhan terhadap cahaya (misalnya, batang tumbuh ke arah cahaya).
- Geotropisme: Respons terhadap gravitasi (akar tumbuh ke bawah, batang ke atas).
- Nasti: Gerakan yang tidak bergantung pada arah rangsangan, seperti mekarnya bunga pukul empat.
Fisiologi tumbuhan sangat penting dalam pertanian, hortikultura, dan ekologi, karena membantu memahami bagaimana tumbuhan dapat tumbuh optimal dalam berbagai kondisi.

