1. Apa itu Pengelompokan Pelanggan (Customer Segmentation)?
Pengelompokan pelanggan adalah proses membagi pelanggan ke dalam kelompok (segmen) berdasarkan kesamaan perilaku atau karakteristik. Dalam e-commerce, segmentasi membantu dalam:
-
Personalisasi promosi
-
Rekomendasi produk
-
Pengelolaan retensi pelanggan
-
Optimasi anggaran pemasaran
Unsupervised learning cocok dipakai karena tidak membutuhkan label — model menemukan pola secara otomatis.
2. Mengapa Unsupervised Learning?
Metode ini digunakan ketika:
-
Tidak ada ground truth segmen pelanggan
-
Data hanya menunjukkan perilaku/riwayat transaksi
-
Ingin menemukan pola tersembunyi dari data besar (behavioral pattern discovery)
Algoritma paling umum:
-
K-Means
-
Hierarchical Clustering
-
DBSCAN
-
Gaussian Mixture Model (GMM)
-
Dimensionality reduction (PCA, t-SNE, UMAP) untuk visualisasi
3. Contoh Fitur yang Digunakan untuk Segmentasi Pelanggan
E-commerce biasanya menggunakan 3 jenis variabel:
A. Data Transaksi (RFM Model)
-
Recency: terakhir kali melakukan pembelian
-
Frequency: seberapa sering membeli
-
Monetary: total nilai belanja
RFM adalah baseline paling populer.
B. Data Perilaku Aplikasi/Web
-
Waktu yang dihabiskan di aplikasi
-
Jumlah produk yang dilihat
-
Click-through rate (CTR)
-
Keranjang yang ditinggalkan (cart abandonment)
C. Demografi (opsional jika tersedia)
-
Usia
-
Lokasi
-
Jenis kelamin
4. Alur Penerapan Unsupervised Learning dalam E-Commerce
Langkah 1 — Data Preparation
-
Bersihkan data (handling missing values)
-
Normalisasi/standarisasi (z-score atau min-max)
-
Sampling bila data sangat besar
Langkah 2 — Feature Engineering
Contoh RFM:

